Sunday, June 12, 2016

Hardware Komputer

Dalam sebuah system computer , perangkat keras didefinisikan sebagai komponen-komponen Komputer yang dapat ditangkap dengan indera peraba kita. Sejumlah perangkat keras merupakan komponen pokok yang harus ada di sebuah computer. Karena hardware ini berfungsi untuk mendukung proses komputerisasi. Hardware dapat bekerja berdasarkan perintah yang telah ditentukan ada padanya, atau yang juga disebut dengan dengan istilah instruction set. Dengan adanya perintah yang dapat dimengerti oleh hardware tersebut, maka hardware tersebut dapat melakukan berbagai kegiatan yang telah ditentukan oleh pemberi perintah. Jusuf Bintoro (2002).

Terdapat beberapa komponen pokok perangkat keras salah satunya yaitu prosesor. Prosesor adalah bagian dari perangkat keras computer yang dianggap sebagai otak computer. Alat ini menentukan sejauh mana kecepatan computer melakukan instruksi. Kecepatan prosesor digambarkan dengan istilah clock cycles, saat ini kecepatan prosesor mutakhir telah berada pada kisaran GigaHertz. Beberapa produsen prosesor yang terkenal adalah Intel, AMD, dan Cyrix. Sejauh ini intel masih menguasai pasar CPU.

Prosesor mengambil data dan instruksi dari RAM, memprosesnya dan menuliskan data baru kembali ke RAM dalam siklus yang berulang-ulang. Kegiatan pemindahan data antara prosesor dan RAM terjadi jutaan kali setiap detik. Pada saat sebuah aplikasi ditutup, aplikasi tersebut beserta file yang bersangkutan biasanya dihapus dari RAM untuk menyediakan tempat bagi data baru. Berdasar cara penyimpanan data, RAM dibagi menjadi dua jenis yaitu Static RAM (SRAM) dan Dynamic RAM. Static RAM dapat mempertahankan data di dalamnya tanpa perlu disegarkan secara berkala. Sedangkan Dynamic RAM perlu disegarkan secara berkala untuk mempertahankan isinya.

DAFTAR PUSTAKA

Bintoro, Jusuf.2002.Pengantar Teknologi Informasi. Bhiebooks Publishing. www.Bhiebooks.com.Diakses 12 Juni 2016.

Software Komputer

Perangkat lunak atau software adalah program komputer yang memungkinkan sebuah komputer dapat melakukan sebuah tugas tertentu. Software terdiri dari kumpulan instruksi dan data yang disimpan di dalam memori computer. Software merupakan perangkat lunak yang tidak dapat dilihat dan diraba. Data-data elektronik yang disimpan tersebut dapat berupa program ataupun instruksi yang akan menjalankan berbagai macam perintah. Dengan melalui software inilah suatu computer mampu untuk dapat menjalankan suatu perintah atau berbagai macam perintah yang dapat dijalankan.Bintaro Jusuf (2002).

Fungsi Software adalah sebagai sarana interaksi antara pengguna dan perangkat keras. Melalui software inilah, bahasa manusia diterjemahkan kedalam bahasa mesin, sehingga kita bisa mengatur mesin komputer dengan mudah. Software atau perangkat lunak bisa kita golongkan menjadi 3 macam. Macam-macam software tersebut antara lain Sistem Operasi (contohnya, Microsoft Windows, Mac OS, Linux, dll). Program Aplikasi (contohnya, Microsoft Office, Open Office, Adobe Photoshop, dll). Program aplikasi ini secara umum hanya bisa di pasang (di install) dalam sebuah komputer yang telah memiliki sistem operasi. Software Pemrograman (yakni Bahasa pemrograman Pascal, visual Basic, Delphi, dll). 

Pada dasarnya perangkat lunak dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu perangkat lunak system computer dan perangkat lunak aplikasi. Perangkat lunak system computer adalah perangkat lunak yang berfungsi agar computer dapat berjalan dengan baik, termasuk didalamnya adalah perangkat lunak system operasi dan perangkat lunak utility. Sedangkan perangkat lunak aplikasi adalah perangkat lunak yang digunakan untuk membantu aplikasi kehidupan sehari-hari pengguna computer. Selanjutnya perangkat lunak aplikasi dapat dibagi lagi berdasarkan fungsinya. Namun klasifikasi perangkat lunak aplikasi sebaiknya dilakukan dalam suasana longgar dan tidak terlalu kaku.


DAFTAR PUSTAKA
Bintoro, Jusuf.2002.Pengantar Teknologi Informasi. Bhiebooks Publishing. www.Bhiebooks.com.Diakses 12 Juni 2016.


Perkembangan Komputer Di Indonesia


Sejarah penggunaan komputer di Indonesia dimulai pada tahun 1967. Sejak saat itu permintaan pemasangan dan penggunaan peralatan komputer semakin meningkat. Terutama pada instansi-instansi pemerintah sehingga pemerintah perlu untuk mengadakan pengaturan pemanfaatan peralatan komputer. Pemerintah membentuk suatu badan yang dikenal dengan nama BAKOTAN (Badan Koordinasi Otomatisasi Administrasi Negara) pada tanggal 4 Juli 1969. Badan Koordinasi Otomatisasi Administrasi Negara  berfungsi sebagai konsultan bagi instansi-instansi yang akan membeli atau menyewa peralatan komputer.


Sampai saat ini, komputer tidaklah seperti dulu kala yang dianggap sebagai barang mewah dan hanya dimiliki oleh pemerintah dan kalangan masyarakat tertentu. Tetapi komputer sekarang merupakan barang yang lazim dimiliki oleh setiap kalangan masyarakat.
Mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, praktisi pendidikan dan kalangan perusahaan. Bentuknya juga yang semakin ringkas membuat komputer seperti menjadi suatu keharusan untuk dimiliki. Komputer sangat banyak kegunaannya dalam memudahkan tugas manusia dalam kehidupan sehari hari, selain memudahkan tugas computer juga bisa sebagai sarana hiburan seperti penggunaan media social dan digunakan untuk bermain game.

Sunday, April 3, 2016

Tugas 1 Bahasa Indonesia

Ibu pergi ke pasar
S      P         O
Di pasar Ibu membeli ikan
     K         S        P          O
Ikan yang Ibu beli adalah ikan lele dan ikan mas
               S                  P                     O
Di pasar Ibu bertemu dengan tetangganya
      K       S        P                        O
Setelah itu ibu dan tetangganya belanja bersama mencari sayur yang lain

                                    S                  P                                      O

Thursday, October 1, 2015

PERANAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA

I.  PENGERTIAN BAHASA

    Bahasa (dari bahasa Sanskerta भाषा, bhāṣā) adalah kapasitas khusus yang ada pada manusia untuk memperoleh, dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks, dan sebuah bahasa adalah contoh spesifik dari sistem tersebut. Kajian ilmiah terhadap bahasa disebut dengan linguistik. Menurut para ahli bahasa adalah:
1.    Pengertian Bahasa menurut (Depdiknas, 2005: 3) bahasa pada hakikatnya adalah ucapan pikiran dan perasan manusia secara teratur, yang mempergunakan bunyi sebagai alatnya.
2.    Pengertian Bahasa menurut Harun Rasyid, Mansyur & Suratno (2009: 126) bahasa merupakan struktur dan makna yang bebas dari penggunanya, sebagai tanda yang menyimpulkan suatu tujuan.
3.    Pengertian Bahasa menurut Plato bahasa pada dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut.
4.    Pengertian bahsa menurut Bill Adams bahasa adalah sebuah sistem pengembangan psikologi individu dalam sebuah konteks inter-subjektif.
5.    Pengertian bahasa menurut Wittgenstein bahasa merupakan bentuk pemikiran yang dapat dipahami, berhubungan dengan realitas, dan memiliki bentuk dan struktur yang logis.
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi yang di gunakan di Indonesia.

II.    DASAR HUKUM

  Dasar hukum diterapkan berdasarkan UU Replubik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009, yaitu :

1)    Bahasa Indonesia yang dinyatakan sebagai bahasa resmi negara dalam Pasal 36 Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 bersumber dari bahasa yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 sebagai bahasa persatuan yang dikembangkan sesuai dengan dinamika peradaban bangsa.
2)    Bahasa Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai jati diri bangsa, kebanggaan nasional, sarana pemersatu berbagai suku bangsa, serta sarana komunikasi antardaerah dan antarbudaya daerah.
3)    Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, pengantar pendidikan, komunikasi tingkat nasional, pengembangan kebudayaan nasional, transaksi dan dokumentasi niaga, serta sarana pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan bahasa media massa.

III.    KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA

1.    Kedudukan bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional

       Kedudukan pertama bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa persatuan. Hal ini tercantum dalam Sumpah pemuda (28-10-1928). Ini berarti bahwa bahasa Indonesia berkedudukan sebagai Bahasa Nasional. Kedua adalah sebagai bahasa negara. Dalam kedudukannya sebagai Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia memiliki beberapa fungsi

1.1    Lambang kebanggaan kebangsaan
Bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai luhur yang mendasari perilaku bangsa Indonesia.

1.2    Lambang Identitas Nasional
Bahasa Indonesia mewakili jatidiri bangsa Indonesia, selain Bahasa Indonesia terdapat pula lambang identitas nasional yang lain yaitu bendera Merah-Putih dan lambang negara Garuda Pancasila.

1.3    Alat perhubungan
Masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku dengan bahasa yang berbeda-beda, maka kan sangat sulit berkomunikasi kecuali ada satu bahasa pokok yang digunakan. Maka dari itu digunakanlah Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan perhubungan nasional.

1.4    Alat pemersatu bangsa
Mengacu pada keragaman yang ada pada Indonesia dari suku, agama, ras, dan budaya, bahasa Indonesia dijadikan sebagai media yang dapat membuat kesemua elemen masyarakat yang beragam tersebut kedalam sebuah persatuan.

2.    Kedudukan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Negara

    Bahasa negara sama saja dengan bahasa nasional atau bahasa persatuan artinya bahasa negara merupakan bahasa primer dam baku yang acapkali digunakan pada kesempatan yang formal. Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara yaitu :

2.1    Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan.
Kedudukan pertama dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu dipakailah bahasa Indonesia dalam segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulis.

2.2    Bahasa Indonesia sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan.
Kedudukan kedua dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di lembaga pendidikan dari taman kanak-kanak, maka materi pelajaran yang berbentuk media cetak juga harus berbahasa Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan menerjemahkan buku-buku yang berbahasa asing atau menyusunnya sendiri. Cara ini akan sangat membantu dalam meningkatkan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi (iptek).

2.3    Bahasa Indonesia sebagai penghubung pada tingkat Nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah.
Kedudukan ketiga dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan digunakannya Bahasa Indonesia dalam hubungan antar badan pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Sehubungan dengan itu hendaknya diadakan penyeragaman sistem administrasi dan mutu media komunikasi massa. Tujuan agar isi atau pesan yang disampaikan dapat dengan cepat dan tepat diterima oleh masyarakat.

2.4    Bahasa Indonesia Sebagai pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu dan Teknologi.
Kedudukan keempat dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi, baik melalui buku-buku pelajaran, buku-buku populer, majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lainnya. Karena sangatlah tidak mungkin bila suatu buku yang menjelaskan tentang suatu kebudayaan daerah, ditulis dengan menggunakan bahasa daerah itu sendiri, dan menyebabkan orang lain belum tentu akan mengerti.



IV.    FUNGSI BAHASA INDONESIA

1.    Fungsi bahasa secara umum :

1)    Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri. Melalui bahasa kita dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam hati dan  pikiran kita.
2)    Sebagai alat komunikasi. Bahasa merupakan saluran maksud seseorang, yang melahirkan perasaan dan memungkinkan masyarakat untuk bekerja sama. Pada saat menggunakan bahasa sebagai komunikasi,berarti memiliki tujuan agar para pembaca atau pendengar menjadi sasaran utama perhatian seseorang. Manusia memakai dua cara berkomunikasi, yaitu verbal dan non verbal. Berkomunikasi secara verbal dilakukan menggunakan alat/media (lisan dan tulis), sedangkan berkomunikasi cesara non verbal dilakukan menggunakan media berupa aneka symbol, isyarat, kode, dan bunyi seperti tanda lalu lintas,sirene setelah itu diterjemahkan kedalam bahasa manusia.
3)    Sebagai alat berintegrasi dan beradaptasi sosial. Pada saat  beradaptasi di lingkungan sosial, seseorang akan memilih bahasa yang digunakan tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. Seseorang akan menggunakan bahasa yang non-formal pada saat  berbicara dengan teman dan menggunakan bahasa formal pada saat berbicara dengan orang tua atau yang dihormati.
4)    Sebagai alat kontrol Sosial. Yang mempengaruhi sikap, tingkah laku, serta tutur kata seseorang. Kontrol sosial dapat diterapkan  pada diri sendiri dan masyarakat.

2.    Fungsi bahasa secara khusus:

1)    Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari. Manusia adalah makhluk sosial yang tak terlepas dari hubungan komunikasi dengan makhluk sosialnya. Komunikasi yang  berlangsung dapat menggunakan bahasa formal dan non formal.
2)    Mewujudkan Seni. Bahasa yang dapat dipakai untuk mengungkapkan perasaan melalui media seni khususnya dalam hal sastra. Terkadang bahasa yang digunakan yang memiliki makna denotasi atau makna yang tersirat. Dalam hal ini, diperlukan pemahaman yang mendalam agar bisa mengetahui makna yang ingin disampaikan.
3)    Mempelajari bahasa kuno. Dengan mempelajari bahasa kuno, akan dapat mengetahui peristiwa atau kejadian dimasa lampau. Untuk mengantisipasi kejadian yang mungkin atau dapat terjadi kembali dimasa yang akan datang, atau hanya sekedar memenuhi rasa keingintahuan tentang latar belakang dari suatu hal.
4)    Mengeksploitasi IPTEK. Pengetahuan yang dimiliki oleh manusia akan selalu didokumentasikan supaya manusia lainnya juga dapat mempergunakannya dan melestarikannya demi kebaikan manusia itu sendiri.

V.    PERANAN BAHASA INDONESIA

1.    Bahasa sebagai alat komunikasi.
2.    Bahasa sebagai alat pengekspresian diri.
3.    Bahasa sebagai kontrol sosial.
4.    Bahasa sebagai alat intergrasi dan adaptasi sosial dalam lingkungan.

VI.    SUMBER
http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia
https://www.academia.edu/6557168/FUNGSI_BAHASA_INDONESIA_fix
https://docs.google.com/file/d/0BzXDAIuojdVMNk1wSkhTTm9xMEU/view?pli=1
http://www.dosenpendidikan.com/50-pengertian-bahasa-menurut-para-ahli/

Monday, June 22, 2015

KEPEMIMPINAN

DEFINISI KEPEMIMPINAN
1) Kepemimpinan adalah perilaku seorang individu ketika iamengarehkan aktifitas sebuah keleompok menuju suatu tujuan bersama.(menurut Hemphill & Coons,1957:7)
2) Kepemimpinan adalah suatu jenis hubungan kekuasaan yang ditandai oleh persepsi anggota kelompok bahwa anggota kelompok yang lain mempunyai hak untuk merumuskan pola perilaku dari anggota yang pertama dalam hubungannya dengan kegiatannya sebagai anggota kelompok(Janda,1960:358)
3) Kepemimpinan adalah pengaruh antarpribadi yang mengarah yang dilakasanakan melelui proses komunikasi,kearah pencapaian tujuan atau tujuan-tujuan tertentu(Tanenbaum,Weschler&Massarik,1961:24)
4) Kepemimpinan  adalah proses mempengaruhi aktifitas sebuah kelompok yang terorganisasi menuju pencapaian suatu tujuan(Roach & Behling 1984:46)
  
SIFAT PEMIMPIN 
1) Energi jasmaniah dan rohaniah
2) Kesadaran akan tujuan dan arah
3) Antusiasme
4) Keramahan dan kecintaan
5) Integritas
6) Pengasaan teknis
7) Ketegasan dalam mengambil keputusan
8) Kecerdasan
9) Keterampilan mengajar
10)Kepercayaan
ASAS KEPEMIMPINAN 
1) Kemanusiaan
2) Efisien
3) Kesejahteraan Dan kebahagiaan yang lebih merata menuju pada taraf hidup yang lebih tinggi
METODE KEPEMIMPINAN 
Metode kepemimpinan ialah cara bekerja dan bertingkah laku pemimpin dalam membimbing para pengikutnya untuk berbuat sesuatu maka metode kepemimpinan ini diharapkan bisa membantu keberhasilan pemimpin dalam melakukan tugas-tugasnya sekaligus juga dapat memperbaiki tingkah laku serta kualitas kepemimpinan. Ordway Tead dalam bukunya  “The Art of Administration 1951”  mengemukakan  metode kepemimpinan dibawah ini
1) Memberi perintah
2) Memberikan celaan dan pujian
3) Memupuk tingkah laku pribadi pemimpin yang benar
4) Peka terhadap saran-saran
5) Memperkuat rasa kesatuan kelompok
6) Menciptakan disiplin diri dan disiplin kelompok
7) Meredam kabar  angin dan isu-isu yang tidak benar
MACAM-MACAM GAYA KEPEMIMPINAN
1. Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian
Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.
2. Gaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
3. Gaya Kepemimpinan Bebas / Laissez Faire
Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.
EMPAT GAYA KEPEMIMPINAN DARI EMPAT MACAM KEPRIBADIAN
Keempat gaya kepemimpinan berdasarkan kepribadian adalah :
1. Gaya Kepemimpinan Karismatis
2. Gaya Kepemimpinan Diplomatis
3. Gaya Kepemimpinan Otoriter
4. Gaya Kepemimpinan Moralis
GAYA KEPEMIMPINAN KARISMATIS
Kelebihan gaya kepemimpinan karismatis ini adalah mampu menarik orang. Mereka terpesona dengan cara berbicaranya yang membangkitkan semangat. Biasanya pemimpin dengan gaya kepribadian ini visionaris. Mereka sangat menyenangi perubahan dan tantangan.
Mungkin, kelemahan terbesar tipe kepemimpinan model ini bisa di analogikan dengan peribahasa Tong Kosong Nyaring Bunyinya. Mereka mampu menarik orang untuk datang kepada mereka. Setelah beberapa lama, orang – orang yang datang ini akan kecewa karena ketidak-konsisten-an. Apa yang diucapkan ternyata tidak dilakukan. Ketika diminta pertanggungjawabannya, si pemimpin akan memberikan alasan, permintaan maaf, dan janji.
GAYA KEPEMIPINAN DIPLOMATIS
Kelebihan gaya kepemimpinan diplomatis ini ada di penempatan perspektifnya. Banyak orang seringkali melihat dari satu sisi, yaitu sisi keuntungan dirinya. Sisanya, melihat dari sisi keuntungan lawannya. Hanya pemimpin dengan kepribadian putih ini yang bisa melihat kedua sisi, dengan jelas! Apa yang menguntungkan dirinya, dan juga menguntungkan lawannya.
Kesabaran dan kepasifan adalah kelemahan pemimpin dengan gaya diplomatis ini. Umumnya, mereka sangat sabar dan sanggup menerima tekanan. Namun kesabarannya ini bisa sangat keterlaluan. Mereka bisa menerima perlakuan yang tidak menyengangkan tersebut, tetapi pengikut-pengikutnya tidak. Dan seringkali hal inilah yang membuat para pengikutnya meninggalkan si pemimpin.

GAYA KEPEMIMPINAN OTORITER
Kelebihan model kepemimpinan otoriter ini ada di pencapaian prestasinya. Tidak ada satupun tembok yang mampu menghalangi langkah pemimpin ini. Ketika dia memutuskan suatu tujuan, itu adalah harga mati, tidak ada alasan, yang ada adalah hasil. Langkah – langkahnya penuh perhitungan dan sistematis.
Dingin dan sedikit kejam adalah kelemahan pemimpin dengan kepribadian merah ini. Mereka sangat mementingkan tujuan sehingga tidak pernah peduli dengan cara. Makan atau dimakan adalah prinsip hidupnya.

GAYA KEPEMIMPINAN MORALIS
Kelebihan dari gaya kepemimpinan seperti ini adalah umumnya Mereka hangat dan sopan kepada semua orang. Mereka memiliki empati yang tinggi terhadap permasalahan para bawahannya, juga sabar, murah hati Segala bentuk kebajikan ada dalam diri pemimpin ini. Orang – orang yang datang karena kehangatannya terlepas dari segala kekurangannya.
Kelemahan dari pemimpinan seperti ini adalah emosinya. Rata orang seperti ini sangat tidak stabil, kadang bisa tampak sedih dan mengerikan, kadang pula bisa sangat menyenangkan dan bersahabat
 
DAFTAR PUSTAKA :

Gaya Kepemimpinan R.A KARTINI

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1          Latar Belakang
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mancapai tujuan organisasi. Bangsa ini membutuhkan pemimpin yang mempunyai kepribadian yang baik, berwawasan luas, dan mampu menjalin kerjasama yang baik dengan bawahannya. Dalam tulisan ini diberikan salah satu contoh tokoh pahlawan yang merupakan contoh pemimpin yang baik.
1.2          Maksud dan Tujuan
Sebagai warga Indonesia kita harus mengenal para pahlawan yang telah memperjuangkan hidupnya untuk Indonesia. Salah satunya adalah Raden Ajeng Kartini, meskipun ia tidak berjuang menggunakan senjata tetapi jasanya yang telah memperjuangkan hak-hak para wanita dan pendidikan wanita sehingga sekarang wanita tidak lagi berstatus sosial yang rendah. Dan juga bertujuan agar kita mengetahui bagaimana pemimpin yang baik.
1.3          Ruang Lingkup
Dalam tulisan ini akan membahas tentang biografi R.A. Kartini, perjuangan Kartini, gaya kepemimpinan Kartini, dan keunggulan Kartini dalam perjuangannya.


 BAB II
ISI
R.A Kartini
Raden Adjeng Kartini atau yang lebih tepatnya Raden Ayu Kartini adalah seorang tokoh suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Beliau lahir di Jepara, 21 April 1879 dan meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.
2.1 BIOGRAFI
Raden adjeng Kartini adalah seorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putrid Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putrid dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudarakandung dan tiri. Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School) sampai umur 12 tahun. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit. Disini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Karena sudah bisa berbahasa Belanda, maka di rumah Kartini mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensinya yang berasal dari Belanda. Dari buku-buku, Koran, majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Dari hal tersebut timbullah keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.
Oleh orang tuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebelah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka. Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, Soesalit Djojodhiningrat, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian,  17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Beliau dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang. Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Crirebon, dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini” .  Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga  Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.
2.2 PERJUANGAN KARTINI
Perjuangan R.A. Kartini adalah merintis perubahan bagi kaum wanita. Beliau tidak segan-segan turun ke bawah bergaul dengan masyarakat biasa untuk mengembangkan ide dan cita-citanya yang hendak merombak status sosial kaum wanita dan cara-cara kehidupan dalam masyarakat dengan semboyan: “ Kita harus membuat sejarah, kita mesti menentukan masa depan kita yang sesuai dengan keperluan serta kebutuhan kita sebagai kaum wanita dan harus mendapat pendidikan yang cukup seperti halnya kaum lelaki. Dengan pengetahuan serta pengalaman yang didapatnya, Raden Ajeng Kartini secara berangsur-angsur dan setahap demi setahap tapi pasti berusaha menambah kehidupan yang layak bagi seorang kau wanita. Walaupun sudah menikah Raden Ajeng Kartini tetap gigih untuk tetap memperjuangkan pendidikan bagi kehidupan anak – anak di sekitar tempat tinggalnya. Raden Adipati Joyoningtat pun turut serta melancarkan perjuangan Raden Ajeng Kartini.Peranan Suami, dalam usaha Raden Ajeng Kartini Meningkatkan perjuangan sangat menentukan pula karena dengan dorongan dan bantuan suaminya beliau dapat mendirikan sekolah kepandaian putri dan di sanalah beliau mengajarkan tentang kegiatan wanita, seperti belajar jahit-menjahit serta kepandaian putri lainnya. Usaha-usaha Raden Ajeng Kartini dalam meningkatkan kecerdasan untuk bangsa Indonesia dan kaum wanita, khususnya melalui sarana-sarana pendidikan dengan tidak memandang tingkat dan derajat, apakah itu bangsawan atau rakyat biasa. Semuanya mempunyai hak yang sama dalam segala hal, bukan itu saja karya-karya beliau, persamaan hak antara kaum laki-laki dan kaum wanita tidak boleh ada perbedaan. Beliau juga mempunyai keyakinan bahwa kecerdasan rakyat untuk berpikir, tidak akan maju jika kaum wanita ketinggalan. Inilah perjuangan Raden Ajeng Kartini yang telah berhasil menempatkan kaum wanita d tempat yang layak, yang mengangkat derajat wanita dari tempat gelap ke tempat yang terang benderang. sesuai dengan karya tulis beliau yang terkenal, yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.
2.3 GAYA KEPEMIMPINAN KARTINI
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mancapai tujuan organisasi. Adapun macam-macam gaya kepemimpinan yaitu
1.     Gaya Kepemimpinan Otokratis
Gaya kepemimpinan otokratis adalah kemampuan mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan cara segala kegiatan yang akan dilakukan semata-mata diputuskan oleh pimpinan. Gaya ini kadang-kadang dikatakan kepemimpinan terpusat pada diri pemimpin atau gaya direktif. Adapun ciri-ciri gaya kepemimpinan otokratis adalah sebagai berikut :
-      Wewenang mutlak terpusat pada pemimpin
-      Keputusan selalu dibuat oleh pemimpin
-      Kebijakan selalu dibuat oleh pemimpin
-      Komunikasi berlangsung satu arah dari pimpinan kepada bawahan
-      Pengawasan terhadap sikap, tingkah laku, perbuatan atau kegiatan para bawahannya dilakukan secara ketat
-      Tidak ada kesempatan bagi bawahan untuk memberikan saran pertimbangan atau pendapat

2.    Gaya Kepemimpinan Birokratis
Gaya ini dapat dilukiskan dengan kalimat “memimpin berdasarkan peraturan”. Perilaku pemimpin ditandai dengan keketatan pelaksanaan prosedur yang berlaku bagi pemimpin dan anak buahnya. Pemimpin yang birokratis pada umumnya membuat keputusan-keputusan berdasarkan aturan yang ada secara kaku tanpa adanya fleksibilitas. Semua kegiatan hamper terpusat pada pimpinan dan sedikit saja kebebasan orang lain untuk berkreasi dan bertindak, itupun tidak boleh lepas dari ketentuan yang ada. Adapun karakteristiknya sebagai berikut :
-      Pimpinan menentukan semua keputusan yang bertalian dengan seluruh pekerjaan dan memerintahkan semua bawahan untuk melaksanakannya
-      Adanya sanksi yang jelas jika seorang bawahan tidak menjalankan tugas sesuai dengan standar kinerja yang telah ditentukan
3.    Gaya Kepemimpinan Demokratis
Gaya kepemimpinan demokratis adalah kemampuan mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara berbagai kegiatan yang akan dilakukan bersama antara pimpinan dan bawahan. Gaya ini kadang-kadang disebut juga gaya kepemimpinan yang terpusat pada anak buah, kepemimpinan dengan kesederajatan, kepemimpinan konsultatif atau partisipatif. Pemimpin berkonsultasi dengan anak buah untuk merumuskan tindakan keputusan bersama. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut :
-      Wewenang pemimpin tidak mutlak
-      Pimpinan bersedia melimpahkan sebagian wewenang kepada bawahan
-      Keputusan dan kebijakan dibuat bersama antara pimpinan dan bawahan
-      Komunikasi berlangsung secara timbale balik, baik yang terjadi antara pimpinan dan bawahan maupun sesame bawahan
-      Pengawasan terhadap sikap, tingkah laku, perbuatan atau kegiatan para bawahan dilakukan secara wajar
-      Prakarsa dapat datang dari pimpinan maupun bawahan
-      Banyak kesempatan bagi bawahan untuk menyampaikan saran, pertimbangan atau pendapat
-      Pimpinan memperhatikan dalam bersikap dan bertindak, adanya saling percaya, saling menghormati
4.    Gaya Kepemimpinan Laissez Faire
Gaya ini mendorong kemampuan anggota untuk menganbil inisiatif. Kurang interaksi dan control yang dilakukan oleh pemimpin, sehingga gaya ini hanya bisa berjalan apabila bawahan memperhatikan tingkat kompetensi dan keyakinan akan mengejar tujuan dan sasaran cukup tinggi. Dalam gaya kepemimpinan ini, pemimpin sedikit sekali menggunakan kekuasaannya atau sama sekali membiarkan anak buahnya untuk berbuat sesuka hatinya. Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut :
-      Bawahan diberikan kelonggaran atau fleksibel dalam melaksanakan tugas-tugas, tetapi dengan hati-hati diberi batasan serta berbagai prosedur
-      Bawahan yang telah berhasil mengerjakan tugas-tugasnya diberikan hadiah atau penghargaan, disamping adanya sanksi-sanksi bagi mereka yang kurang berhasil, sebagai dorongan
-      Hubungan antara atasan dan bawahan dalam suasana yang baik secara umum manajer bertindak cukup baik
Dari penjelasan diatas kita dapat menyimpulkan bahwa Kartini tergolong dalam gaya kepemimpinan demokratis, dimana ia dapat mendelegasikan wewenang pada pengikutnya dalam membangun kepartipasian serta kepercayaan pengikutnya untuk menyelesaikan suatu tugas dan tanggungjawabnya serta dapat bertindak tepat tanpa pengarahan langsung dari pemimpinnya.

2.4 KEUNGGULAN KARTINI DALAM PERJUANGANNYA
Jika kita mengingat jasa Kartini dalam membebaskan wanita dari keterbelengguan serta ketidaktahuan akan pendidikan, maka saat ini terlihat jelas bukti nyata dari pahlawan wanita ini. Wanita-wanita saat ini justru jauh lebih sukses dibandingkan pria. Meskipun terkadang pria sukses juga akan tetapi ada wanita hebat yang mendukungnya dari belakang. Kartini tidak pernah mengajarkan kepada wanita untuk bersembunyi dibalik pria dan menggantungkan sepenuhnya kepada pria akan tetapi mengajarkan kepada wanita agar berdiri di samping pria untuk membantu pria dalam meraih kesuksesan. Sebab, kesuksesan pria tidak akan pernah jauh dari kehebatan seorang wanita yang membantunya, baik langsung maupun tidak langsung. Selain itu, Kartini juga menekankan kepada wanita-wanita Indonesia untuk tidak hanyut dalam kelemahan namun menjadikan kelemahan sebagai bentuk untuk memacu diri dalam berusaha. Baik itu berusaha meninggalkan kebodohan dengan terus belajar maupun berusaha agar menjadi panutan dalam kondisi apapun. Wanita memang lemah namun tidak menjadikan kelemahan tersebut sebagai alasan untuk bermanja-manja bahkan bermalas-malasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Betapa banyak wanita yang memiliki ketekunan yang tinggi serta kemauan yang keras untuk maju dan berhasil menjadikan mereka memiliki nama yang harum seharum nama Kartini. Sosok Kartini yang sesungguhnya bukanlah Kartini yang kemudian mampu mengangkat senjata dan melawan seluruh penjajah negara. Sosok wanita yang memiliki rasa sayang kepada wanita-wanita Indonesia akibat kelemahan yang telah menjadi kodrat dariNya. Kelemahan itu dijadikannya justru sebagai senjata untuk menjadikan bangsa ini merdeka dari penjajahan dan penindasan akan hak kaum wanita. Kartini sudah memberikan kebebasan kepada wanita untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin tidak lain hanyalah untuk menciptakan generasi-generasi penerus bangsa yang lahir dari rahim wanita-wanita cerdas bangsa ini. Kartini memberikan hukuman kepada kaum pria yang melakukan kekerasan terhadap istrinya di dalam sebuah rumah tangga karena wanita memiliki tulang rusuk yang bengkok dan harus diluruskan dengan jalan kelembutan dan kebaikan. Bahkan Kartini tidak pernah membatasi wanita dalam hal pekerjaan wanita itu sendiri asalkan masih berada dalam konteks kewajaran dan tidak melanggar kodrat wanita sebagai makhluk mulia dan lemah.


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
R.A Kartini adalah seorang pahlawan Indonesia yang memperjuangkan hak-hak para wanita pribumi. Kartini lahir di keluarga bangsawan. Ia menikah pada tahun 1903 dengan seorang bupati Rembang. Kartini mendirikan sekolah wanita di sebelah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka. Gaya kepemimpinannya adalah gaya kepemimpinan demokratis. Kartini meninggal pada tahun 1904 beberapa hari setelah melahirkan anaknya.
Kita sebagai generasi penerus dari beliau jelas harus melanjutkan perjuangannya.
 Sumber :